Berikut cuplikan kisah dari film Taare Zameen Par yang paling ku suka.
film ini bercerita tentang seorang anak dyslexia (penyakit sulit mengenal huruf sehingga tidak pandai membaca dan menulis) yang ditekan dengan keinginan papanya yang termasuk otoriter.
Buat yang udah pernah nonton film ini pasti tau ceritanya.. hehe... yang jelas sedia tisu....
yang belum pernah, monggo di cari film nya. ^_^
“Apakah istri anda sudah membaca di internet tentang pulau
Solomon? Di Pulau Solomon, ketika penduduk asli ingin bagian hutan untuk
ditanami, mereka tidak menebang pohon. Mereka bersama-sama mengelilingi pohon
dan meneriakkan kata-kata kasar dan itu menumbangkannya. Pada suatu hari, pohon
menjadi layu dan kisut, dia mati dengan sendirinya.”
Pesan yang disampaikan di cuplikan ini adalah jika kita
mengeluarkan kata-kata kasar atau kata-kata yang terlalu menjudge dan tidak
membangun, seseorang yang menerima kata-kata tersebut, bisa frustasi dan
tertekan batin serta menyesali dirinya sendiri. Bayangkan saja orang tua yang
suka memarahi anaknya, mengomentari apa yang dilakukan anaknya dengan semua
komentar buruk, selalu salah, selalu ada yang kurang, dan minus pujian. Apakah anak
tersebutt akan berkembang? Kemungkinan anak itu akan berhenti melakukan semua
nya.
Setiap orang punya istimewa masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana kita memunculkan keistimewaan kita atau juga membantu memunculkn keistimewaan orang lain, terlebih mereka yang memiliki keistimewaan khusus.
Setiap orang punya istimewa masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana kita memunculkan keistimewaan kita atau juga membantu memunculkn keistimewaan orang lain, terlebih mereka yang memiliki keistimewaan khusus.