Kamis, 03 Januari 2013

        Setiap anak adalah spesial, anak-anak yang terlahir dengan fisik yang sempurna maupun tidak sesungguhnya adalah bintang kecil yang akan memancarkan sinarnya masing-masing. Setiap dari mereka adalah berlian, hanya saja dimana berlian itu akan tumbuh, disiulah proses yang akan mengubah berlian itu untuk menjadi lebih indah atau tetap tenggelam dan kemudian hilang. Terkadang anak yang tumbuh berbeda dengan anak-anak seusianya sering kali di cap sebagai anak nakal, idiot, bodoh dan lain sebagainya. Padahal orang tua adalah guru yang lebih utama, yang seharusnya lebih memahami buah hatinya. Namun kurangnya pemahaman mereka membuat mereka sering kali melakukan tindakan yang justru akan mematikan keperayaan diri anaknya. Sekarang tinggal bagaimana tugas guru dan orang tua dalam membentuk mereka, akan menciptakn suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran, ataukah memilih menjadi guru yang sangat membosankan dengan raut wajah, bahasa tubuh dan intonasi suara yang  mengintimidasi disertai dengan kata-kat yang menyakitkan. 
        Berikut cuplikan kisah dari film Taare Zameen Par yang paling ku suka.
film ini bercerita tentang seorang anak dyslexia (penyakit sulit mengenal huruf sehingga tidak pandai membaca dan menulis) yang ditekan dengan keinginan papanya yang termasuk otoriter.
Buat yang udah pernah nonton film ini pasti tau ceritanya.. hehe... yang jelas sedia tisu....
yang belum pernah, monggo di cari film nya. ^_^
“Apakah istri anda sudah membaca di internet tentang pulau Solomon? Di Pulau Solomon, ketika penduduk asli ingin bagian hutan untuk ditanami, mereka tidak menebang pohon. Mereka bersama-sama mengelilingi pohon dan meneriakkan kata-kata kasar dan itu menumbangkannya. Pada suatu hari, pohon menjadi layu dan kisut, dia mati dengan sendirinya.”
Pesan yang disampaikan di cuplikan ini adalah jika kita mengeluarkan kata-kata kasar atau kata-kata yang terlalu menjudge dan tidak membangun, seseorang yang menerima kata-kata tersebut, bisa frustasi dan tertekan batin serta menyesali dirinya sendiri. Bayangkan saja orang tua yang suka memarahi anaknya, mengomentari apa yang dilakukan anaknya dengan semua komentar buruk, selalu salah, selalu ada yang kurang, dan minus pujian. Apakah anak tersebutt akan berkembang? Kemungkinan anak itu akan berhenti melakukan semua nya.

Setiap orang punya istimewa masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana kita memunculkan keistimewaan kita atau juga membantu memunculkn keistimewaan orang lain, terlebih mereka yang memiliki keistimewaan khusus.

1 komentar:

  1. AGUSTIN RAHMAWATI P (11480025)
    1. Kesan saya selama mengikuti training office ini, menyenangkan, meski kadang juga membosankan namun manfaatnya tidak lain adalah untuk diri sya sedniri.
    2. Manfaat yang saya peroleh dari training Office ini yaitu, bertambahnya keterampilan dalam memanfaatkan kemajuan tekhnologi yang ada, terlebih bagi calon guru, hal ini akan sangat menunjang dalam proses pembelajaran.
    3. Pesan untuk Laboratorium, agar lebih rapi dan lebih terang, serta ruangannya lebih dibuat nyaman lagi, dan pelayanan harus terus ditingktkan. Tapi secara keseluruhan sudah bagus, dan ucapn terima kasih untuk smua tutor yang telah melatih kami.

    BalasHapus